Obat Herbal Ampuh

Selamat Datang Di Situs Herbal Ampuh Bharata

Pusat Herbal Asli Indonesia Obat penyakit Stoke, Penyakit Liver, Penyakit Kelamin & Genital (Pria dan Wanita). Free Konsultasi, Rahasia & Privasi Terjamin

Chat WA Chat SMS Call Now

Aneka Produk Obat Herbal Berkualitas

klik gambar produk untuk penjelasan lebih lanjut.

Obat Kutil Kelamin

Obat Sipilis & Herpes Simplex

Obat Gonore Kencing Nanah

Obat Kanker & Tumor

Obat Asma & Paru-Paru

Obat Liver & Hepatitis

Obat Wasir & Ambeien

Obat Stroke & Kolesterol

Madu Subur Kandungan

Terbuat Dari Bahan Herbal Alami


Terjamin Halal & Aman. Minim Efek Samping


Bebas Dari Bahan Kimia Berbahaya


Terbukti Khasiatnya Oleh Ribuan Pembeli


.
.

Gratis Konsultasi Masalah Penyakit.
Hubungi Kami Sekarang Juga


Chat WA Chat SMS Call Now

Customer Service : 0858-7692-9800

Postingan Terbaru

Stroke  pada  Wanita,  Awas  kenali  Stroke  pada  Wanita !!!

Penyakit Stroke merupakan penyakit yang sangat tinggi jumlah penderitanya di seluruh dunia tidak terkecuali di Indonesia. Stroke bisa dialami siapa saja, termasuk wanita. Ketahui tanda dan gejala stroke pada wanita sebelum terlambat, segera beri pengobatan dengan obat stroke wanita AntaPro sebelum terjadi komplikasi yang sangat berbahaya kelumpuhan hingga kematian.

0858-7692-9800

Gejala Stroke pada Wanita

Stroke adalah penyakit yang masih duduk di peringkat atas sebagai penyebab kematian utama di seluruh dunia, bahkan di Indonesia berjumlah jutaan jiwa yang menderita penyakit stroke. Penyakit ini sering hadir tanpa disadari, sehingga para ahli menyebutnya sebagai the silent killer. 

Obat Stroke wanita dan pria

 11 x LEBIH EFEKTIF ATASI STROKE

AMAN TANPA EFEK SAMPING (  PRIA & WANITA )

PESAN SEKARANG JUGA

@Rp. 245.000,- / botol

Rp. 445.000,- / 2 botol

Rp. 890.000,- / 4 botol

Obat Stroke wanita dan pria

Stroke diartikan sebagai kematian jaringan otak akibat berkurangnya aliran darah dan oksigen. Kondisi ini terbagi menjadi dua, yaitu stroke iskemik (sumbatan) dan stroke hemoragik (perdarahan).

Stroke bisa terjadi pada siapa saja, tak terkecuali wanita. Risiko stroke pada wanita lebih tinggi ketika sudah mencapai usia lebih dari 55 tahun. Usia tersebut adalah waktu ketika wanita mengalami masa menopause.

Gejala stroke pada wanita yang mesti diwaspadai dan ditangani sedini mungkin:

Anggota Tubuh Melemah

Anggota tubuh yang melemah merupakan gejala umum dari stroke iskemik maupun stroke hemoragik. Kelemahan biasanya terjadi pada satu sisi anggota tubuh, misalnya tangan dan kaki kanan; atau tangan dan kaki kiri.

Pada stroke iskemik, kelemahan tersebut terjadi secara bertahap. Sementara pada stroke hemoragik, kelemahan tubuh terjadi dengan cepat dan mendadak.

Sulit Berkomunikasi

Hilangnya kemampuan berbicara juga bisa menjadi salah satu gejala stroke pada wanita. Fakta menyebut, penderita stroke akan mengalami gangguan bicara, seperti cadel, pelo, bahkan berbicara seperti bergumam.

Kesulitan berbicara pada pasien stroke adalah akibat kerusakan pada bagian otak yang berperan dalam komunikasi, seperti area Brocka dan Wernicke.

Wajah Tampak Tidak Simetris

Bagian wajah pasien stroke akan tampak tidak simetris akibat gangguan pada saraf. Misalnya, mulut cenderung mengarah ke satu sisi wajah, atau salah satu kelopak mata agak tertutup.

Penglihatan Ganda

Gangguan saraf akibat stroke tidak hanya mengganggu penampilan wajah, tapi juga fungsi mata. Alhasil, ketika penderita stroke melihat sebuah benda, yang akan timbul adalah penglihatan berbayang atau berganda.

Kehilangan Kesadaran

Stroke hemoragik bisa membuat penderita hilang kesadaran secara tiba-tiba. Jika kondisi ini tidak ditangani dengan cepat dan tepat, penderita bisa koma bahkan kehilangan nyawa.

Penurunan kesadaran mendadak akibat stroke hemoragik terjadi akibat pembuluh darah pecah dan menyebabkan gangguan aliran darah ke otak.

Obat Stroke wanita dan pria

Nyeri Kepala

Hal lain yang juga dapat menjadi gejala stroke pada wanita lainnya adalah nyeri kepala. Kondisi ini merupakan salah satu tanda peningkatan tekanan intrakranial.

Peningkatan tekanan intrakranial itu sendiri bisa merupakan tanda adanya perdarahan dalam kepala akibat stroke hemoragik.

Muntah Menyemprot

Muntah hingga menyemprot bisa menjadi gejala lain adanya peningkatan tekanan dalam kepala. Kondisi ini biasanya menyertai nyeri kepala hebat yang terjadi akibat stroke hemoragik.

Gejala stroke pada wanita sebenarnya juga bisa dirasakan oleh pria. Oleh karena itu, selalu waspada akan setiap kemungkinan dan segera melakukan tindakan pengobatan apabila mendapati ciri-ciri gejala stroke. Lebih cepat ditangani, lebih kecil pula risiko komplikasi.

Deteksi Stroke dengan Metode FAST

 

Obat Stroke wanita dan pria

Gejala-gejala yang muncul pada penyakit stroke dapat dikenali dengan metode FAST. Metode ini dibuat untuk mempermudah pengenalan gejala dan pemberian pertolongan. Pemberian pertolongan secepatnya pada penderita stroke merupakan hal yang sangat penting. Mengapa?

Aliran darah yang lancar diperlukan untuk mengantarkan oksigen hingga nutrisi, dua zat yang berperan pada kehidupan sel-sel otak. Saat aliran darah ini terganggu akibat stroke, sel-sel otak dengan segera akan mati. Padahal, sel-sel yang sangat vital untuk mengatur seluruh fungsi tubuh ini tidak dapat beregenerasi kembali.

Karena itu, pertolongan harus diberikan sesegera mungkin pada suspek penderita stroke. Jangan sampai penderita stroke terlambat dikenali sehingga bantuan medis juga tertunda untuk diberikan. Untuk dapat mempermudah pengenalan kondisi stroke, metode FAST sangatlah membantu.

F = face drooping (wajah tampak terkulai)

Huruf pertama pada FAST merupakan singkatan dari Face Drooping. Ketika Anda menemukan sebelah sisi wajah yang tampak tidak normal, tidak simetris, atau dikeluhkan terasa baal sesisi wajah, maka kecurigaan stroke meningkat.

Minta suspek penderita stroke tersebut untuk tersenyum. Apakah Anda menemukan gambaran senyum yang tidak simetris? Apakah ketidaksimetrisan ini berlangsung mendadak? Bila ya, kemungkinan itu adalah gejala stroke.

Gambaran wajah terkulai dikaitkan dengan hilangnya stimulasi saraf di otot sebelah sisi wajah. Saat rangsangan saraf hilang akibat kerusakan saraf karena stroke, maka otot tidak dapat diperintahkan untuk bergerak. Dengan begitu, sebelah sisi wajah tampak “jatuh”.

A = arm weakness (kelemahan lengan)

Huruf kedua pada FAST menunjukkan gejala kelemahan lengan. Apakah suspek penderita stroke tiba-tiba mengeluhkan sebelah lengannya mendadak lemah? Atau terdapat keluhan baal sebelah lengan?

Anda dapat menentukannya dengan mudah lewat cara berikut: Instruksikan suspek penderita stroke untuk mengangkat kedua tangannya dengan tinggi ke atas. Bila sebelah tangan tampak tertinggal atau tidak mampu mencapai level yang sama dengan tangan satunya, kemungkinan telah terjadi stroke.

S = speech difficulty (kesulitan berbicara)

Gangguan bicara yang terjadi mendadak adalah salah satu gejala paling khas dari stroke. Bila suspek penderita tiba-tiba tidak mampu berbicara dengan lancar dan terbata-bata, kemungkinan itu stroke.

Bentuk kesulitan berbicara lain yang menimbulkan kecurigaan stroke adalah saat penderita mendadak tidak bisa berbicara, atau bicaranya sulit dimengerti. Minta penderita untuk mengulang kalimat yang Anda sebutkan. Apakah suspek penderita mampu mengulanginya dengan baik? Apakah tiap kata bisa diucapkan dengan jelas?

Stroke adalah kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Stroke bisa berupa iskemik (sumbatan) maupun perdarahan (hemoragik).

Pada stroke iskemik, aliran darah ke otak terhenti karena adanya sumbatan atau bekuan darah yang menyumbat suatu pembuluh darah. Sedangkan pada stroke hemoragik, pembuluh darah pecah dan menyebabkan terhamatnya aliran darah yang normal serta darah keluar ke jaringan otak.

Hampir 70 persen kasus stroke hemoragik terjadi pada penderita hipertensi. Hati-hati dengan tekanan darah Anda.

 

Obat Stroke wanita dan pria

 9 x LEBIH EFEKTIF ATASI STROKE

AMAN TANPA EFEK SAMPING (  PRIA & WANITA )

PESAN SEKARANG JUGA

@Rp. 245.000,- / botol

Obat Stroke wanita dan pria
Obat Stroke wanita dan pria

0858-7692-9800

 Stroke  Ringan.... dibiarkan  selanjutnya ...???

Stroke ringan memiliki durasi serangan yang singkat dan dapat menghilang dalam beberapa menit. Namun meski gejalanya telah pergi, penyakit ini tetap menyimpan bahaya mematikan jika diabaikan.

Stroke ringan sendiri dalam bahasa medis dinamakan serangan iskemik sesaat atau transient ischaemic attack (TIA). Penyebab penyakit ini sama dengan stroke, yaitu terhalangnya aliran darah ke otak. Sehingga, wajar jika gejala yang muncul juga mirip dengan stroke.


 9 x LEBIH EFEKTIF ATASI STROKE

AMAN TANPA EFEK SAMPING (  PRIA & WANITA )

PESAN SEKARANG JUGA

@Rp. 245.000,- / botol



Gejala Stroke Ringan

Gejala TIA atau stroke ringan sendiri biasanya mudah dikenali melalui gangguan pada wajah, lengan, dan kemampuan bicara. Berikut ciri-cirinya:

Stroke ringan dapat menyebabkan kelemahan otot wajah, tanda-tandanya adalah wajah turun ke salah satu sisi (wajah terlihat tidak simetris), tidak bisa senyum, tidak dapat mengerutkan dahi, dan mata atau mulut turun ke bawah.

Penderita stroke ringan kemungkinan tidak mampu mengangkat kedua lengan dan tungkai. Hal ini terjadi karena anggota gerak mereka lemas atau mati rasa pada salah satu sisi.

Kesemutan di bagian tubuh yang terkena serangan stroke ringan, seperti wajah, lengan, dan tungkai pada sisi yang terganggu.

Kemampuan bicara juga bisa terganggu. Misalnya bicara cadel, tidak beraturan, tidak dapat memahami ucapan orang lain, atau bahkan tidak mampu bicara sama sekali.

Pandangan terganggu pada salah satu atau kedua mata.

Sakit kepala dan pusing.

Kesulitan berjalan atau mempertahankan posisi tubuh karena adanya gangguan sistem koordinasi tubuh. Kesulitan berjalan juga bisa disebabkan oleh kelemahan pada tungkai dan kaki.

Jika Anda mengalami salah satu dari gejala tersebut, maka segeralah menghubungi dokter.

Perbedaan mendasar antara stroke ringan dengan stroke adalah ukuran atau tingkat keparahan sumbatan yang menghalangi aliran darah ke otak. Pada stroke ringan, sumbatan masih kecil dan belum menyebabkan kerusakan saraf otak yang permanen. Gejala stroke ringan bisa membaik dalam hitungan jam. Sedangkan pada stroke, sumbatan yang terjadi sudah lebih besar atau parah, dan biasanya sudah ada kerusakan pada saraf otak.

Bahaya yang Mungkin Muncul

Mini stroke, nama lain dari stroke ringan, meski gejalanya hanya berlangsung singkat, namun bisa menunjukkan bahwa tubuh sedang terancam bahaya. Orang yang terkena stroke ringan diprediksi memiliki harapan hidup yang lebih rendah pada sembilan tahun pertama, dibandingkan mereka yang tidak pernah mengalaminya.

Hal tersebut berdasarkan data bahwa sekitar 4 dari 10 orang yang terkena stroke ringan kemudian menderita stroke yang sebenarnya. Yang mengkhawatirkan adalah setengah dari stroke tersebut terjadi dalam kurun waktu 48 jam setelah stroke ringan. Penelitian lain juga menemukan bahwa sekitar 10 persen orang yang pernah mengalami stroke ringan akan mengalami stroke dalam kurun waktu 1 hingga 5 tahun ke depan.

Meski stroke ringan menyerang hanya dalam waktu yang relatif singkat dan bisa pulih sempurna, kondisi ini bisa secara mudah berujung pada stroke yang berdampak permanen. Kondisi yang lebih parah bisa terjadi jika gejala stroke ringan tidak terdeteksi, sehingga dibiarkan saja tanpa penanganan. Gangguan pada otak yang tidak mendapat pengobatan dapat memicu komplikasi yang memengaruhi kualitas hidup, seperti demensia.

Faktor Risiko Stroke Ringan

Orang-orang dengan kondisi tertentu juga wajib mewaspadai kemungkinan terkena stroke ringan. Misalnya orang yang merokok, mempunyai tekanan darah tinggi (hipertensi), dan orang dengan berat badan berlebih atau obesitas. Selain itu, orang yang memiliki kadar kolesterol tinggi, mengonsumsi alkohol berlebih secara rutin, mengalami gangguan irama jantung, atau diabetes juga lebih rentan terkena stroke ringan.

Mengingat dampaknya yang bisa mematikan, seseorang yang mendapati adanya gejala stroke ringan harus segera berkonsultasi ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menilai bagian otak mana yang terganggu, dan memastikannya lewat pemeriksaan penunjang, seperti CT scan atau MRI otak, untuk memeriksa struktur dan peredaran darah pada otak. Selain itu, EKG, Rontgen dada, dan tes darah juga umumnya dilakukan sebagai pemeriksaan tambahan.

Jalani gaya hidup sehat, agar risiko terkena penyakit yang lebih berat dapat diperkecil. Berhenti merokok, batasi konsumsi makanan berkolesterol, tidak mengonsumsi alkohol, dan rutin berolahraga, adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjauhkan diri dari stroke. Pastikan juga cukup mengonsumsi buah dan sayur, menjaga berat badan yang sehat, serta mengelola diabetes dengan baik, untuk menghindari penyakit ini.

Stroke, Saat Pembuluh Darah Otak Tersumbat

Banyak dari Anda pasti sudah mengetahui apa itu penyakit stroke. Namun, beberapa dari Anda mungkin masih tidak memahami dengan benar mengenai penyakit ini.


Stroke adalah suatu jenis penyakit yang timbul ketika pasokan darah ke bagian otak terganggu. Akibatnya, otak tidak mendapatkan aliran darah yang cukup. Bila dibiarkan begitu saja, sel-sel otak akan mati, biasanya dalam hitungan menit, dan dapat merenggut nyawa.

Penyakit ini dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

1. Stroke iskemik

Dari semua jenis stroke yang ada, jenis ini adalah jenis yang paling banyak dialami. Stroke jenis ini terjadi ketika pembuluh arteri yang tersambung ke otak mengalami penyumbatan atau menyempit. Akibatnya, pasokan darah menuju ke otak menjadi berkurang (iskemia). Stroke iskemik dibagi menjadi dua jenis:

Stroke trombotik


Jenis stroke ini terjadi ketika terdapat bekuan darah di salah satu pembuluh arteri yang memasok darah ke otak Anda. Bekuan darah tersebut terbentuk akibat adanya timbunan lemak atau plak yang menumpuk di pembuluh arteri. Hal ini menyebabkan aliran darah ke otak berkurang (aterosklerosis).

Stroke emboli

Jenis stroke ini terjadi ketika bekuan darah terbentuk di organ tubuh yang letaknya jauh dari otak Anda, biasanya dalam organ hati. Jenis bekuan darah ini disebut dengan istilah embolus.

2. Stroke hemoragik

Jenis stroke ini dapat terjadi bila pembuluh darah yang ada dalam otak bocor atau pecah. Hal ini disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti tekanan darah tinggi (hipertensi) dan adanya titik-titik lemah pada dinding pembuluh darah (aneurisma). Pecahnya arteriovenous malformation (AVM), pembuluh darah berdinding tipis, juga turut menjadi penyebab dari stroke hemoragik, meskipun hal ini jarang terjadi. Jenis stroke ini dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain:


Pendarahan intraserebral

Pembuluh darah yang ada di otak pecah dan kemudian darah tersebut tumpah ke dalam jaringan otak yang berada di sekitarnya. Hal ini dapat merusak sel-sel otak. Pendarahan intraserebral dapat terjadi bila Anda memiliki tekanan darah tinggi, luka berat, kelainan pada pembuluh darah, dan menggunakan obat pengencer darah.

Pendarahan subarachnoid

Pembuluh darah yang berada pada atau dekat permukaan otak pecah dan kemudian darah tersebut tumpah ke dalam ruang yang berada di antara permukaan otak dan tengkorak Anda. Setelah terjadi pendarahan, pembuluh darah yang ada di otak akan melebar dan menyempit tak menentu (vasospasme). Hal ini menyebabkan sel-sel yang ada pada otak rusak dan aliran darah menuju otak ikut berkurang. Ketika Anda mengalami hal ini, biasanya Anda akan mengalami sakit kepala parah.

3. Transient Ischemic Attack (TIA)

Transient Ischemic Attack (TIA) disebut juga dengan istilah ministroke. Serangan ini terjadi akibat suplai darah menuju otak berkurang akibat pembuluh darah tersumbat. Biasanya hal ini hanya terjadi selama kurang dari lima menit dan bersifat sementara. Namun, bila Anda telah mengalami hal ini, itu berarti Anda berisiko besar mengalami kerusakan otak permanen.

Stroke termasuk dalam keadaan darurat medis. Sehingga, pengobatan harus cepat diberikan guna meminimalkan kerusakan pada otak dan mengurangi risiko timbulnya komplikasi potensial, seperti:

Kelumpuhan

Kurangnya aliran darah ke otak dapat menyebabkan tubuh Anda lumpuh, biasanya hanya pada satu sisi tubuh. Selain itu, Anda juga tidak dapat mengendalikan otot-otot tertentu, seperti pada salah satu lengan atau wajah. Hal ini dapat menyebabkan Anda mengalami kesulitan untuk melakukan beberapa jenis kegiatan sehari-hari, seperti berjalan, makan, minum, dan berpakaian. Namun, apabila ditangani dengan cepat dan tepat, risiko kelumpuhan dapat dicegah.

Kesulitan berbicara atau menelan

Jika terserang stroke, otot-otot yang ada di mulut dan tenggorokan Anda sulit digerakkan. Hal ini menyebabkan Anda kesulitan berbicara dan menelan. Banyak orang yang menjadi cadel (dysarthria) setelah mengalami stroke. Selain itu, And ajuga akan mengalami kesulitan untuk membaca dan menulis. Namun, Anda dapat melakukan terapi pidato dan bahasa patolog guna meningkatkan keterampilan mulut Anda.

Perubahan perilaku dan tidak dapat merawat diri

Orang yang mengalami stroke mungkin tidak dapat beraktifitas seperti orang pada umumnya. Mereka hanya dapat terlentang di atas tempat tidur. Selain itu, mereka juga tidak dapat merawat diri mereka sendiri. Biasanya, orang yang mengalami stroke akan menggunakan pengasuh untuk membantu dan merawat diri mereka.

Tubuh terasa nyeri

Stroke akan membuat tubuh pengidapnya mati rasa dan terasa nyeri. Tak jarang, timbul juga berbagai sensasi anehdi bagian tubuh mereka yang terkena stroke, seperti kesemutan. Beberapa orang yang mengalami stroke mungkin akan menjadi sensitif terhadap perubahan suhu, terutama suhu dingin. Komplikasi ini umumnya akan Anda rasakan beberapa minggu setelah mengalami stroke. Namun, beberapa obat dapat digunakan untuk mengobati rasa nyeri yang terasa pada tubuh Anda.

Masalah emosional

Pengidap stroke lebih sulit mengendalikan emosi dan terkadang dapat menyebabkan mereka depresi.

Hilangnya memori ingatan dan sulit berpikir

Setelah terserang stroke, Anda mungkin kehilangan memori ingatan pada otak. Namun, beberapa ada yang mengalami kesulitan berpikir dan memahami sesuatu.

Komplikasi ini masih dapat diobati. Namun, tingkat keberhasilan penyembuhan antara satu orang dengan orang lain berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahan penyakit stroke yang dialami.Untuk itu, lebih baik Anda memberikan pengobatan secepat mungkin guna meminimalisir risiko yang mungkin lebih parah.

Gejala

Beberapa tanda yang mungkin akan Anda alami ketika akan terserang penyakit stroke:

Sakit kepala

Jika kepala Anda tiba-tiba terasa sakit dan disertai dengan muntah dan tingkat kesadaran menurun, mungkin saja hal ini menjadi pertanda Anda akan mengalami stroke.

Mati rasa dan kelumpuhan pada beberapa bagian tubuh

Bila ada bagian tubuh Anda yang terasa lemah dan kemudian mati rasa, hal ini bisa menandakan Anda akan terserang stroke. Bila tidak segera ditangani, tubuh Anda akan lumpuh. Hal ini biasanya hanya menyerang satu sisi tubuh Anda. Selain itu, pertanda stroke dapat terasa ketika Anda tersenyum. Salah satu sisi dari bibir Anda terasa lebih berat.

Masalah dengan berjalan

Anda mungkin akan kehilangan keseimbangan tubuh, terutama ketika Anda berjalan.

Masalah dengan kemampuan berbicara dan memahami

Anda mungkin akan mengalami kesulitan untuk mengucapkan kata-kata ketika berbicara. Biasanya, Anda menjadi cadel ketika mengucapkan sesuatu. Selain itu, kemampuan untuk memahami sesuatu juga akan berkurang.

Masalah pada penglihatan

Penglihatan Anda mungkin menjadi kabur atau bahkan menghitam, baik pada satu mata atau bahkan kedua mata Anda.

Bila Anda merasa mengalami hal-hal seperti di atas, segera cari pengobatan. Sebab, apabila hal itu terjadi dalam kurun waktu yang lama, mungkin saja penyakit ini tidak dapat tertangani dengan baik dan maksimal.

Penyebab

Stroke umumnya disebabkan oleh terganggunya aliran darah menuju otak. Hal ini menyebabkan otak Anda tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup. Akibatnya, sel-sel yang ada pada otak akan mati. Selain itu, penyakit ini juga dapat disebabkan oleh tersumbatnya pembuluh arteri (stroke iskemik) atau bahkan akibat pembuluh darah bocor atau meledak (stroke hemoragik). Namun, ada beberapa faktor lain yang turut meningkatkan risiko stroke sekaligus memungkinkan Anda mengalami serangan jantung, seperti:

Memiliki riwayat keluarga pengidap penyakit jantung, stroke, atau TIA

Usia, Berusia 55 tahun atau lebih

Ras, Orang yang memiliki ras Afrika-Amerika memiliki risiko terserang stroke lebih tinggi daripada orang dari ras lain.

Jenis kelamin, Kaum pria lebih berisiko terkena stroke. Namun, bila sudah mengalaminya, kaum wanita lebih mungkin meninggal dunia.

Tekanan darah tinggi, Bila tekanan darah Anda lebih tinggi dari 120/80 mmHg, Anda lebih mungkin terserang stroke.

Kadar kolestrol tinggi, Bila Anda memiliki tingkat kolestrol total lebih tinggi dari 200 mg/dL atau 5,2 mmol per liter, Anda berisiko terserang stroke.

Kelebihan berat badan atau obesitas

Jarang berolahraga atau melakukan aktivitas fisik

Kebiasaan merokok atau menjadi perokok pasif

Kebiasaan mengkonsumsi alkohol dalam jumlah besar

Penggunaan obat-obatan terlarang, seperti kokain dan methamphetamine

Penggunaan pil KB atau melakukan terapi hormon yang mencakup estrogen

Mengidap penyakit diabetes dan penyakit jantung (gagal jantung, kelainan jantung, infeksi jantung, atau jantung berirama tidak normal)

Mengalami gangguan tidur, obstructive sleep apnea, di mana tingkat oksigen dalam tubuh mengalami naik turun, khususnya pada malam hari

Pengobatan

Setiap detik dari hidup Anda diperhitungkan. Lakukan pengobatan secepat mungkinh setelah Anda merasakan gejala-gejala seperti di atas. Jangan menunggu gejala pergi. Semakin lama stroke berjalan dan tidak diobati, semakin besar pula potensi kerusakan dan cacat pada otak.

Sebelum melakukan pengobatan, dokter akan terlebih dahulu mengevaluasi jenis stroke yang Anda alami dan melihat bagian otak mana yang terkena penyakit ini. Berikut beberapa jenis pemeriksaan yang biasa dilakukan untuk memastikan apakah Anda mengalami stroke atau tidak:

• Pemeriksaan fisik

Dokter akan mengajukan pertanyaan untuk mengetahui gejala-gejala apa saja yang Anda alami sebelum memeriksakan diri Anda ke dokter. Biasanya dokter akan menanyakan apakah Anda pernah mengalami cedera pada kepala atau tidak. Dokter juga akan memeriksa riwayat keluarga Anda yang mungkin bisa menjadi pemicu timbulnya penyakit stroke. Selain itu, dokter juga akan memeriksa tanda-tanda kecil dalam tubuh Anda guna melihat apakah ada endapan kolestrol atau pembekuan darah di dalam tubuh Anda.

• Tes darah

Jenis pemeriksaan ini dapat membantu dokter untuk melihat kadar gula dalam darah dan mengecek kecepatan pembekuan darah Anda. Selain itu, dengan melakukan pemeriksaan ini, dokter dapat mengetahui apakah Anda pernah mengalami infeksi.

• CT scan

Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan otak dengan menggunakan CT scan. Pada jenis pemeriksaan ini, dokter menggunakan serangkaian sinar-X yang dapat menggambarkan organ otak Anda. Hasil dari pemeriksaan ini dapat menunjukkan apakah Anda mengalami pendarahan pada otak, apakah ada sel tumor, stroke, dan kondisi lain yang menyerang bagian otak. Dokter mungkin akan memberikan suntikkan pewarna ke dalam pembuluh darah Anda supaya ia dpaat melihat kondisi pembuluh darah Anda secara lebih rinci dan akurat.

• Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Pada jenis pemeriksaan ini digunakan gelombang radio dan magnet yang kuat untuk menciptakan tampilan rinci dari otak Anda. MRI dapat mendeteksi jaringan otak yang rusak akibat pendarahan dan serangan stroke. Terkadang, dokter juga akan menyuntikkan pewarna ke dalam pembuluh darah Anda untuk melihat kondisi pembuluh darah Anda dengan lebih rinci dan akurat.

• Carotid ultrasound

Jenis tes ini menggunakan gelombang suara untuk menciptakan gambaran dari bagian dalam pembuluh arteri karotid di leher Anda. Tes ini dapat menunjukkan penumpukan simpanan lemak (plak) dan aliran darah di pembuluh arteri karotis.

• Angiogram serebral

Dokter akan menyisipkan tabung fleksibel tipis (kateter) melalui sayatan kecil, biasanya di pangkal paha. Kemudian, tabung tersebut akan semakin masuk, melewati pembuluh arteri utama dan menembus ke pembuluh arteri karotis atau vertebralis Anda. Pada jenis pemeriksaan ini, dokter juga akan menyuntikkan pewarna ke dalam pembuluh darah Anda agar mereka dapat terlihat lebih jelas ketika terpapar oleh sinar-X. Prosedur ini lebih memberikan tampilan rinci dari pembuluh arteri di otak dan leher.

• Echocardiogram

Dokter menggunakan gelombang suara untuk menciptakan gambaran detil dari organ jantung Anda. Selain itu, dengan melakukan jenis pemeriksaan ini, dokter dapat menemukan sumber bekuan darah yang ada dalam organ hati yang mungkin telah menyebar hingga otak dan menyebabkan stroke. Sebuah tabung fleksibel yang telah dilengkapi oleh perangkat kecil (transduser) dipasang di tenggorokan dan turung ke dalam kerongkongan Anda. Tabung tersebut menghubungkan bagian belakang mulut ke perut Anda.

Setelah terdiagnosis, dokter akan menentukan jenis stroke apa yang Anda alami, stroke iskemik atau stroke hemoragik. Jenis pengobatan akan disesuaikan oleh jenis stroke yang Anda idap.

1. Stroke iskemik

Untuk mengobati jenis stroke ini, dokter harus terlebih dahulu memulihkan aliran darah menuju otak dengan cepat. Berikut beberapa pilihan pengobatan untuk mengatasi jenis stroke ini:

• Perawatan darurat dengan obat

Jika diberikan ke dalam pembuluh vena, pengobatan ini harus dilakukan dalam waktu 4,5 jam setelah merasakan gejalanya. Pengobatan yang dilakukan dengan cepat tidak hanya meningkatkan kesempatan Anda untuk tetap bertahan hidup, tetapi juga dapat mengurangi risiko komplikasi yang dapat timbul dari penyakit stroke yang Anda alami. Dokter mungkin akan memberikan:

- Aspirin

Obat ini merupakan jenis obat anti-trombotik yang dapat mengurangi kemungkinan Anda mengalami penyakit stroke yang lebih parah. Selain itu, jenis obat ini juga dapat mencegah terbentuknya gumpalan darah. Dosis dari obat ini dapat bervariasi dan dapat memberikan efek samping yaitu darah menjadi lebih encer. Tak hanya aspirin, dokter juga mungkin akan memberikan resep obat heparin yang dapat mengencerkan darah. Namun, jenis obat ini jarang digunakan.

- Alteplase atau injeksi intravena aktivator jaringan plasminogen (TPA)

Obat ini diberikan melalui suntikkan yang diberikan melalui pembuluh darah yang ada di lengan Anda. Obat ini dapat menghilangkan gumpalan darah yang terbentuk dalam pembuluh darah Anda. Namun, untuk mendapatkan hasil yang maksimal, obat ini harus diberikan 4,5 jam setelah gejala stroke mulai terasa. Obat ini dapat mengembalikan aliran darah dan melarutkan bekuan darah penyebab stroke.

Prosedur darurat

Terkadang, dokter akan memberikan rekomendasi pengobatan yang harus dilakukan sesegera mungkin. Dokter mungkin akan memberikan pilihan pengobatan sebagai berikut:

Obat yang diterapkan langsung ke otak

Dokter akan menyisipkan tabung tipis dan panjang (kateter) yang dimasukkan melalui pembuluh arteri di pangkal paha dan akan menyusup hingga mencapai otak.

Menghilangkan bekuan mekanik

Dokter akan menggunakan kateter dan disisipkan ke dalam otak Anda. Hal ini dilakukan untuk mengambil dan menghapus bekuan darah yang ada dalam pembuluh darah Anda.

Prosedur lainnya

Untuk mengurangi risiko Anda agar tidak mengalami penyakit stroke lain, dokter mungkin akan merekomendasikan prosedur pengobatan untuk membuka pembuluh arteri yang sudah mengalami penyempitan akibat plak. Pilihan pengobatan ini termasuk:

Endarterektomi

Jenis pengobatan ini dilakukan untuk menghilangkan timbunan lemak atau plak dari pembuluh arteri karotid yang ada di sepanjang sisi leher hingga otak Anda. Dokter akan membuat sayatan sepanjang bagian depan leher, membuka pembuluh arteri karotis, dan kemudian menghilangkan timbunan lemak (plak) yang menyumbat pembuluh arteri karotis. Dokter kemudian akan memperbaiki pembuluh arteri tersebut dengan memberikan jahitan. Prosedur ini dapat mengurangi risiko stroke iskemik. Namun, endarterektomi juga memberikan risiko, terutama bagi orang dengan penyakit jantung atau kondisi medis lainnya.

Angioplasti dan stent

Dalam prosedur ini, dokter akan memasukkan kateter yang telah dilengkapi oleh tabung jala (stent) dan terdapat balon di ujungnya. Alat itu dimasukkan ke dalam pembuluh arteri yang ada di pangkal pahal dan memasukkannya hingga pembuluh arteri karotis yang tersumbat di bagian leher Anda. Dokter akan mengembangkan balon di pembuluh arteri yang mengalami penyempitan kemudian tabung jala (stent) akan dimasukkan ke dalam lubang untuk menjaga pembuluh arteri Anda agar tidak menyempit kembali.

2. Stroke hemoragik

Perawatan untuk jenis stroke ini lebih berfokus untuk mengontrol pendarahan dan mengurangi tekanan pada otak Anda. Pengobatan juga dilakukan untuk mengurangi risiko yang dapat timbul di masa depan. Berikut pilihan pengobatannya:

Langkah-langkah darurat

Jika Anda mengambil warfarin (Coumadin) atau obat anti-platelet seperti clopidogrel (Plavix) untuk mencegah pembekuan darah, Anda mungkin akan diberi obat atau transfusi produk darah untuk melawan efek samping yang timbul. Anda juga mungkin akan diberi obat-obatan untuk menurunkan tekanan di otak Anda (tekanan intrakranial), menurunkan tekanan darah atau mencegah kejang. Orang yang memiliki stroke hemoragik tidak dapat diberi jenis obat, seperti aspirin dan TPA, karena obat ini dapat memperburuk perdarahan. Setelah pendarahan berhenti di otak Anda, pengobatan biasanya melibatkan istirahat dan perawatan medis suportif. Jika luas perdarahan besar, operasi dapat digunakan dalam kasus-kasus tertentu untuk menghilangkan darah dan mengurangi tekanan pada otak.

Pembedahan untuk memperbaiki kondisi pembuluh darah

Pembedahan dapat digunakan untuk memperbaiki kelainan pembuluh darah tertentu yang terkait dengan stroke hemoragik. Dokter mungkin merekomendasikan satu dari prosedur ini setelah stroke atau jika Anda berisiko tinggi mengalami aneurisma spontan atau arteriovenous malformation (AVM) pecah:

1. Kliping bedah.

Dokter akan menempatkan penjepit kecil di dasar aneurisma, untuk menghentikan aliran darah ke dalamnya. Hal ini dapat menjaga aneurisma agar tidak meledak, atau dapat mencegah perdarahan kembali dari aneurisma yang baru saja mengalami pendarahan.

2. Embolisasi endovascular

Dalam prosedur ini, dokter bedah akan memasukkan kateter ke dalam arteri di pangkal paha dan menuntunnya hingga mencapai otak Anda. Hal ini dilakukan dengan bantuan sinar X-ray.

3. Bedah penghapusan AVM

Dokter dapat menghapus AVM kecil jika itu terletak di daerah yang dapat diakses dari otak Anda, untuk menghilangkan resiko pecah dan menurunkan risiko stroke hemoragik. Namun, itu tidak selalu mungkin untuk menghapus AVM kalau terlalu besar atau jika itu terletak jauh di dalam otak Anda.

Setelah mendapatkan pengobatan, pasien harus dipulihkan terlebih dahulu agar tubuh mereka kembali kuat dan organ tubuhnya dapat berfungsi dengan baik. Selain itu, Anda juga harus melakukan gaya hidup yang sehat untuk mempertahankan kondisi tubuh Anda setelah mendapatkan pengobatan. Berikut beberapa jenis rekomendasi gaya hidup sehat:

Mengontrol tekanan darah

Salah satu hal yang paling penting yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko terserang stroke adalah dengan mengontrol tekanan darah Anda. Jika Anda telah terkena stroke, menurunkan tekanan darah adalah satu-satunya cara yang tepat untuk mencegah diri Anda terserang oleh penyakit stroke berikutnya. Berolahraga, mengelola stres, menjaga berat badan yang sehat, dan membatasi jumlah natrium dan alkohol yang Anda makan dan minum adalah beberapa cara yang dapat membantu tekanan darah Anda tetap stabil. Selain merekomendasikan perubahan gaya hidup, dokter mungkin meresepkan obat untuk mengobati tekanan darah tinggi.

Mengelola diabetes

Kadar gula dalam darah tinggi menjadi salah satu penyebab penyakit stroke. Untuk itu, kelolalah diabetes dengan melakukan diet sehat, berolahraga, mengontrol berat badan, atau dengan mengkonsumsi obat untuk menangani penyakit diabetes.

Berhenti menggunakan tembakau

Kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko stroke. Bukan hanya perokok saja, melainkan juga bagi orang yang menghisap asap rokok juga akan terkena dampaknya. Dengan berhenti menggunakan tembakau, risiko stroke dapat diminimalisir.

Makan diet kaya buah-buahan dan sayuran

Diet yang mengandung lima atau lebih porsi harian buah atau sayuran dapat mengurangi risiko stroke.

Menjaga berat badan yang sehat

Kelebihan berat badan memberikan kontribusi untuk faktor risiko stroke, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan diabetes. Kurangi berat badan Anda hingga berada pada berat badan yang ideal.

Menghindari obat-obatan terlarang

Berbagai jenis narkoba, seperti kokain dan methamphetamine berisiko menimbulkan penyakit stroke. Kokain dapat menyempitkan pembuluh darah dan mengurangi jumlah aliran darah ke otak.

Mengurangi jumlah alkohol

Alkohol menjadi salah satu hal yang menyebabkan timbulnya penyakit stroke. Mengkonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah yang tinggi dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, stroke iskemik, dan stroke hemoragik. Namun, bila Anda hanya mengkonsumsinya dalam jumlah yang kecil, pembekuan darah dapat diminimalisir dan dapat mencegah terserang stroke iskemik.

 

Obat Stroke Antapro Bharata

9 x LEBIH EFEKTIF ATASI STROKE

AMAN TANPA EFEK SAMPING ( COCOK PRIA & WANITA )

PESAN SEKARANG JUGA

@Rp. 245.000,- / botol

Obat Stroke Antapro Bharata
Obat Stroke Antapro Bharata
0858-7692-9800

Penyakit Stroke

Stroke adalah suatu yang terjadi karena berkurangnya pasokan darah ke otak yang disebabkan terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah menuju ke otak atau pecahnya pembuluh darah menuju keotak, tanpa darah otak tidak akan mendapatakan asupan nutrisi yang memadai dan akan kekurangan oksigen. Sehingga apabila itu terjadi akan berdampak pada kematian sel di area otak.

Jika sel sel diotak mati maka, akan berdampak fungsi tubuh tidak berfungsi sebagaimana mestinya atau fungsi tubuh akan rusak, terjadi kelumpuhan, bahkan kematian.

Gejala stroke dan Penyebabnya :


Kedua lengan tangan lemah / tidak dapat digerakan, atau mungkin salah satu lengannya tidak berfungsi dengan baik.

Kesulitan berbicara, kemampuan bicara tidak baik.

Tekstur wajah akan berubah, bagian salah satu sisi wajah akan kelighatan menurun.

Penderita stroke akan sulit mengenali wajah orang lain bahkan wajah sendiri.

Penyebab stroke :

Stroke iskemik


Sekitar 80% kasus stroke yang terjadi adalah jenis stroke iskemik (iskemia). Stroke iskemik terjadi ketika pembuluh darah arteri yang membawa darah dan oksigen ke otak mengalami penyempitan total, sehingga menyebabkan aliran darah ke otak berkurang.




9 x LEBIH EFEKTIF ATASI STROKE

AMAN TANPA EFEK SAMPING (  PRIA & WANITA )

PESAN SEKARANG JUGA

@Rp. 245.000,- / botol

0858-7692-9800


Stroke iskemik dapat dibagi lagi ke dalam dua jenis, yaitu:

Stroke trombotik


Stroke trombotik adalah stroke yang terjadi ketika gumpalan darah terbentuk di salah satu pembuluh darah arteri yang memasok darah ke otak. Pembentukan gumpalan darah ini disebabkan oleh timbunan lemak atau plak yang menumpuk di arteri (aterosklerosis) sehingga menyebabkan berkurangnya aliran darah.

Stroke embolik


Stroke embolik adalah stroke yang terjadi ketika gumpalan darah terbentuk di bagian tubuh lain, umumnya jantung, terbawa melalui aliran darah dan tersangkut di pembuluh darah otak, sehingga menyebabkan pasokan darah ke otak berkurang. Jenis gumpalan darah ini disebut embolus. Salah satu gangguan irama jantung, yaitu atrial fibrilasi, sering menyebabkan stroke embolik.

Stroke hemoragik


Sekitar 13% kasus stroke yang ada adalah jenis stroke hemoragik. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah dan menyebabkan perdarahan. Pecahnya pembuluh darah di otak dapat dipicu oleh beberapa kondisi, seperti:





  1. Hipertensi yang tidak terkendali
  2. Penonjolan pembuluh darah (aneurisma otak)
  3. Pengobatan dengan antikoagulan (pengencer darah)
  4. Penumpukan protein pada dinding pembuluh darah (angiopati amiloid serebral)
  5. Cedera otak, misalnya akibat kecelakaan mobil

 

Stroke iskemik

Malformasi arteri vena

Ada dua jenis stroke hemoragik, yaitu perdarahan intraserebral dan perdarahan subarachnoid. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

Perdarahan intraserebral

Pada perdarahan intraserebral, pembuluh darah di dalam otak pecah, sehingga darah mengalir ke jaringan otak dan merusak sel otak.

Perdarahan subarachnoid

Pada perdarahan subarachnoid, pembuluh darah arteri yang berada dekat permukaan otak pecah, sehingga darah mengalir ke rongga subarachnoid, yaitu ruang antara permukaan otak dan tulang tengkorak.

Selain stroke iskemik dan stroke hemoragik, stroke juga dapat disebabkan oleh gangguan aliran darah ke otak yang terjadi secara sementara. Stroke jenis ini disebut dengan transient ischemic attack.

Penyumbatan pembuluh darah diotak, atau pecahnya pembuluh darah di otak.

Stroke sangat berpotensi pada mereka yang menderita hipertensi / darah tinggi, kolesterol tinggi, beratbadan berlebih dan penderita diabetes.

Hal – hal yang perlu anda lakukan agar terhindar dari penyakit stroke :

  1. Menerapkan pola hidup yang sehat, pola makan, dan minum yang sehat.
  2. Berolahraga secara rutin dan seimbang.
  3. Jangan mengkonsumsi alkohol dan narkoba.
  4. Hindari streesss.





9 x LEBIH EFEKTIF ATASI STROKE

AMAN TANPA EFEK SAMPING (  PRIA & WANITA )

PESAN SEKARANG JUGA

@Rp. 245.000,- / botol

0858-7692-9800