De Nature Indonesia Solusi Efektif Penyembuhan Penyakit Kelamin / Kemaluan Pria Wanita Seperti Sipilis, Raja Singa, Kutil Kelamin, Gonore, Herpes dan penyakit lainya.


Informasi Obat Herpes Alami De Nature di Semarang adalah bagian dari upaya De Nature memberikan solusi pengobatan herbal bagi warga Semarang yang terinfeksi penyakit tersebut. Dibagian akhir artikel ini kami tunjukan produk herbal De Nature untuk mengatasi penyakit herpes, yang cara mendapatkanya sangat mudah, hanya dengan menghubungi nomor whatsApp yang tertera di website.

Rp. 445.000,-

0858 7706 2008

Anda akan dipandu cara pemesananya dengan sistem online yang tentunya sangat mudah cepat dan pasti amanah.  Konsultasikan penyakit herpes yang anda derita agar team kami dapat memberikan rekomendasi paket obat herbal yang tepat untuk anda.

Herpes ( dompo dalam Istilah Jawa )

Herpes adalah infeksi virus yang menyebabkan lecet dan luka yang menyakitkan. Infeksi virus herpes ditandai dengan munculnya lepuhan kulit dan kulit kering.

Herpes ditandai dengan pembentukan gelembung-gelembung berisi air secara berkelompok. Penyakit ini disebabkan oleh virus herpes yaitu virus HSV. Penyakit ini juga kadang disebut penyakit cacar air oleh sebagian orang.

Penyebab dan Gejala Herpes


1. Herpes Simplex Virus Tipe 1 (HSV 1)

HSV 1 merupakan virus yang dapat menyebar dengan cepat dan umumnya menyebabkan herpes oral (mulut). Virus ini juga dapat menyebabkan terjadinya herpes kelamin (genital) jika menyebar ke alat kelamin pada saat melakukan hubungan seksual melalui oral. Virus ini juga dapat menular melalui kontak langsung seperti berciuman, berbagi peralatan makan atau lipstik dan kosmetik.

Gejala yang ditimbulkan oleh infeksi HSV 1 ini diawali dengan demam, nyeri otot, dan lemas. Akan muncul rasa nyeri, gatal, dan rasa terbakar pada tempat infeksi. Kemudian akan timbul blister, yaitu lesi kulit seperti melepuh yang pecah dan akan mengering dalam beberapa hari. Blister tersebut akan mengakibatkan luka dengan rasa nyeri.

2. Herpes Simplex Virus Tipe 2 (HSV 2)

HSV 2 merupakan penyebab penyakit herpes genital ( herpes kelamin ). Virus ini menyebar melalui kontak dengan luka pada penderita herpes, misalnya pada saat hubungan seksual. Pada bayi, virus ini juga dapat tertular dari ibu saat persalinan.

Herpes simplex virus tipe 2 ini lebih mudah menginfeksi perempuan. Selain itu, dengan bergonta-ganti pasangan seksual, dan memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah juga dapat terinfeksi HSV 2 ini.

Gejala yang ditimbulkan dari herpes genital ini adalah munculnya rasa gatal dan sakit saat buang air kecil, serta akan keluarnya cairan dari vagina dan benjolan di selangkangan. Kemudian akan muncul koreng yang menyakitkan pada kemaluan, pantat, anus, atau paha.

3. Virus Varicella-zoster (VZV)

VZV merupakan virus kelompok herpesviridae yang menjadi penyebab cacar air dan cacar ular ( herpes zoster ). Cacar air terjadi ketika virus varicella-zoster menginfeksi seorang anak pertama kali. Sedangkan cacar ular (herpes zoster) dapat terjadi ketika cacar air yang diderita seseorang sudah sembuh, namun masih ada virus varicella-zoster yang bersifat laten dan dapat muncul kembali.

Herpes zoster dapat terjadi pada siapa saja yang pernah mengalami cacar air. Gejala yang muncul biasanya berupa rasa nyeri dan panas pada kulit di salah satu bagian tubuh. Nyeri dan panas di bagian tersebut akan diikuti dengan munculnya ruam kemerahan, serta membentuk lepuhan yang gatal dan berisi air.

Herpes merupakan nama kelompok virus herpesviridae yang dapat menginfeksi manusia. Infeksi virus herpes dapat ditandai dengan munculnya lepuhan kulit dan kulit kering. Jenis virus herpes yang paling terkenal adalah herpes simplex virus atau HSV. Herpes simplex dapat menyebabkan infeksi pada daerah mulut, wajah, dan kelamin (herpes genitalia).

Pembagian kelompok virus herpesviridae adalah sebagai berikut :

Alfa herpesvirus. Kelompok virus ini memiliki siklus hidup untuk menggandakan diri yang pendek, serta berpotensi menjadi tersembunyi dan infeksi muncul kembali (infeksi laten) di sel saraf. Contoh alfa herpesvirus adalah HSV tipe 1 dan 2, serta virus varicella-zoster.

Beta herpesvirus. Kelompok virus ini memiliki siklus hidup untuk menggandakan diri yang panjang dan infeksi virus ini berjalan lambat dalam tubuh manusia. Contoh beta herpesvirus adalah cytomegalovirus, serta herpesvirus 6 dan 7.

Gamma herpesvirus. Contohnya adalah Epstein-Barr virus dan human herpesvirus 8.

Tahapan Infeksi Herpes

Infeksi herpes yang muncul biasanya terjadi dalam beberapa tahapan. Rincian tahapan infeksi herpes adalah sebagai berikut :
  • Stadium primer. Stadium primer terjadi pada hari kedua hingga kedelapan setelah terjadinya infeksi herpes. Gejala yang muncul adalah blister (kulit yang melepuh) berukuran kecil, namun menyakitkan. Blister biasanya berisi cairan berwarna bening atau keruh, dan dapat pecah serta menimbulkan luka terbuka. Daerah di sekitar blister akan berwarna kemerahan.
  • Stadium laten. Pada stadium ini, gejala herpes seperti blister dan koreng akan mereda. Tetapi pada stadium ini, sebetulnya virus sedang menyebar ke saraf dekat saraf tulang belakang melalui kulit.
  • Stadium peluruhan. Pada stadium ini, virus mulai berkembang biak pada ujung-ujung saraf organ tubuh. Jika ujung saraf yang terinfeksi terletak pada organ tubuh yang menghasilkan cairan, seperti testis atau vagina, virus herpes dapat terkandung dalam cairan tubuh seperti semen dan lendir Biasanya tidak terjadi gejala yang terlihat, namun sebenarnya sedang terjadi perkembangbiakan virus di dalam tubuh.
  • Stadium rekurensi (muncul kembali). Pada stadium ini, blister pada kulit yang terjadi di stadium pertama dapat muncul kembali. Biasanya tidak separah lepuhan dan koreng yang sebelumnya. Gejala yang umumnya muncul pada stadium rekurensi ini adalah gatal, kesemutan, dan nyeri di daerah yang terkena infeksi pada stadium pertama.

Ciri sifat Virus Penyebab Herpes dan Gejala yang di timbulkan :

Kita akan fokus membahas kelompok alfa herpesvirus yang paling sering menyebabkan infeksi pada manusia.

HSV 1

Herpes simplex virus tipe 1 (HSV 1) merupakan virus yang dapat menyebar dengan cepat, dan umumnya menyebabkan herpes oral (mulut). Akan tetapi HSV 1 juga dapat menyebabkan terjadinya herpes kelamin (genital) jika menyebar dari mulut ke alat kelamin pada saat melakukan hubungan seksual melalui oral. 

HSV 1 dapat menular melalui kontak langsung sederhana dari penderita herpes ke orang yang sehat. Contohnya adalah lewat berciuman, berbagai pakai peralatan makan atau lipstik dan kosmetik. HSV 1 bahkan dapat ditularkan dari seseorang yang mengalami infeksi HSV 1 namun tanpa gejala.

Gejala yang dapat ditimbulkan oleh infeksi HSV 1 atau herpes oral adalah:

  • Diawali dengan demam, nyeri otot, dan lemas.
  • Muncul rasa nyeri, gatal, rasa terbakar atau ditusuk pada tempat infeksi.
  • Kemudian timbul blister, yaitu lesi kulit seperti melepuh yang pecah dan mengering dalam beberapa hari.
  • Blister yang pecah tersebut mengakibatkan luka dengan rasa nyeri. Bila terjadi di mulut, bisa mengganggu makan.

HSV 2

Herpes simplex virus tipe 2 (HSV 2) merupakan penyebab penyakit herpes genital. Virus ini menyebar melalui kontak dengan luka pada penderita herpes, misalnya saat hubungan seksual. Selain itu, HSV 2 juga dapat ditularkan dari ibu kepada bayinya pada saat persalinan.

Baik HSV 1 maupun HSV 2 dapat menjadi infeksi laten di sel saraf dan berisiko muncul kembali saat seseorang mengalami demam, cedera, stres, dan menstruasi

HSV 2 sendiri dapat lebih mudah menginfeksi seseorang jika :
  • Berjenis kelamin perempuan.
  • Bergonta-ganti pasangan seksual.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah.
  • Sedang mengalami penyakit menular seksual selain herpes.
  • Melakukan hubungan seksual di usia muda.

Beberapa gejala yang umumnya muncul pada penderita herpes genital, antara lain:
  • Gatal.
  • Sakit pada saat buang air kecil.
  • Keluarnya cairan dari vagina.
  • Munculnya benjolan di selangkangan.
  • Munculnya koreng yang menyakitkan pada kemaluan, pantat, anus, atau paha.

VZV

Varicella-zoster virus (VZV) merupakan virus kelompok alfa herpesviridae yang menjadi penyebab cacar air dan cacar ular ( herpes zoster ). Cacar air terjadi ketika virus varicella-zoster menginfeksi seorang anak pertama kali. Sedangkan herpes zoster terjadi ketika cacar air yang diderita seseorang sudah sembuh namun di tubuh orang tersebut masih ada virus varicella-zoster yang bersifat laten dan muncul kembali.

VZV utamanya menular melalui kontak langsung dengan penderita cacar air. Virus ini dapat menimbulkan bintil pada kulit penderita (vesikel) yang berisi cairan dan dapat menjadi perantara penularan virus. Selain itu, VZV juga dapat menular melalui percikan ludah, yaitu pada saat penderita cacar air bersin atau batuk.

Seseorang lebih mudah terkena infeksi virus varicella-zoster jika:
  • Berusia di bawah 12 tahun.
  • Mengalami permasalahan sistem imun, baik akibat penyakit maupun obat-obatan.
  • Pernah mengalami kontak langsung dengan penderita cacar air.
  • Bekerja atau beraktivitas di sekolah atau fasilitas khusus anak-anak.
  • Tinggal bersama anak-anak.

Jika seseorang pernah mengalami cacar air sebelumnya dan sembuh, risiko orang tersebut untuk mengalami cacar air kembali berkurang karena adanya kekebalan. Kekebalan tubuh terhadap virus varicella-zoster juga dapat diperoleh melalui vaksinasi. Seorang ibu hamil yang memiliki kekebalan terhadap VZV dapat memberikan kekebalannya kepada janin melalui transfer antibodi. Kekebalan janin yang diperoleh dengan cara tersebut dapat bertahan sekitar 3 bulan sejak lahir.

Herpes zoster ini bisa terjadi pada siapa saja yang pernah mengalami cacar air. Akan tetapi seseorang dapat lebih mudah terkena herpes zoster jika:
  • Berusia 60 tahun ke atas.
  • Sedang menjalani pengobatan kemoterapi atau radioterapi.
  • Sedang menjalani pengobatan yang dapat memengaruhi atau melemahkan sistem imun (imunosupresan).
  • Menderita penyakit yang dapat melemahkan sistem imun seperti HIV/AIDS atau kanker.

Gejala cacar air dimulai dengan ruam kulit berisi cairan (vesikel) yang terasa gatal. Vesikel yang muncul dapat diikuti dengan adanya gejala lain, seperti demam, hilangnya nafsu makan dan sakit kepala. Virus tersebut sudah berada di dalam tubuh penderita selama 7-21 hari sebelum dapat menimbulkan ruam dan gejala lainnya. Penderita sudah dapat menularkan virus varicella-zoster ke orang lain sejak 48 jam sebelum munculnya ruam.

Jika penderita cacar air yang sudah sembuh kemudian mengalami herpes zoster, gejala yang muncul biasanya berupa rasa nyeri dan panas pada kulit di salah satu sisi bagian tubuh, sesuai dengan penjalaran saraf tempat VZV bersembunyi. Nyeri dan panas di bagian tersebut akan diikuti dengan munculnya ruam kemerahan, membentuk lepuhan (blister) berisi air dan gatal.

Solusi Obat Herbal Herpes dari De Nature


Untuk anda dimanapun berada yang sedang mengalami / menderita penyakit herpes, kami sarankan untuk segera diobati dengan paket herbal de nature, karena telah terbukti efektif membantu menyembuhkan penyakit herpes tanpa efek samping. 

Tebuat dari bahan – bahan alami yang berasal dari kekayaan alam Indonesia. Kami ramu secara higienis dan modern serta dikemas dalam bentuk kapsul dan salep. Jangan binggung atau ragu segera hubungi customer Service melalui nomor whatsApp yang tersedia, Online 24 jam setiap harinya.

Rp. 595.000,-

Rp. 1000.000,-

 BERSAMA DE  NATURE
KEMBALI SEHAT SECARA ALAMI
PRODUK DE NATURE BERSTANDAR INTERNASIONAL
SEMBUHKAN HERPES ANDA SEKARANG JUGA
0858 7706 2008



Share:

0 komentar:

Posting Komentar